Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology, Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan
Ernest Hilgert (1957) mengatakan ” Psychology may be defined is the science that studies the behavior of man and other animal”
yang artinya adalah psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari tingkah laku tingkah laku manusia dan hewan lainnya.
Geoge
A. Miller (1974:4) mengatakan : ” Psichology is the science that attamp to discribe, predict, and control mental and behavior events”
artinya adalah psikologi adalah ilmu yang mencoba menjelaskan,
memprediksi, dan mengontrol mental dan tingkah laku.
Clifford T. Morgan
mengatakan ” Psychology is the science of human and animal behavior”
atinya, Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku
manusia dan hewan.
Robert S. Woodworth dan Marquis mengatakan” Psychology is the scientific studies of indiviual activities relation to the inveronment ”
artinya Psikologi merupakan keilmuan yang mempelajari tentang
aktifitas individu dalam hubungan dengan alam sekitarnya.
Selasa, 19 November 2013
Keindahan KORFU, pesona satu pulau di Yunani
KEINDAHAN KORFU,PESONA SATU PULAU DI YUNANI
Bukan Cuma pantai dan turisme yang membuat pulau Corfu terkenal, tetapi juga hasil agro industri dari pohon buah Zaitun dan jeruk Koum Kwat. Puteri Sissy dari Austria, memilih pulau Corfu sebagai istana peristirahatannya, dan konon, jatuh cinta dengan prajurit Yunani, Achilleio.
Sebelum tiba di Corfu, saya sempat membayangkan profil pulau yang masuk ke wilayah negara Yunani itu. Kecil, daratannya datar, bangunan-bangunan tinggi bercat putih dan monumen-monumen arkeologis dengan tiang-tiangnya yang besar di mana-mana. Pokoknya, sesuatu yang mengasosiasikan saya dengan Yunani. Namun begitu melihat dari jendela pesawat Aegean Airlines yang saya naiki dari kota Athena, saya melihat pulau Corfu kok sangat mirip dengan pulau Bali. Cukup besar, dan datarannya naik turun, ada pantai, namun ada juga gunung-gunung ,danau dan juga sungai. Belum lagi airportnya yg letaknya tepat di tepi laut. Namun begitu keluar, terasalah kalau ini bukan Bali, melainkan Corfu. Lapangan terbangny akecil sekali. Turun dari tangga pesawat, kami langsung berjalan di landasan pesawat menuju bangunan yang mirip bangunan hanggar. Ada dua pintu di bangunan itu, kedatangan dari negara uni eropa yang berarti tidak akan ada pemeriksaan paspor, dan kedatangan dari luar uni eropa. Begitu pintu kaca terbuka, langsung saya melihat para penjemput berjejalan. Tidak ada lorong-lorong panjang yg harus dilewati, tidak ada pertokoan dan duty free atau bahkan restoran, melainkan langsung bertemu penjemput.”Lapangan terbang ini memang mini, malah kalau kita mengendarai mobil ke luar dari airport, kita harus melewati landasan pesawat,” kata Temea Szalamea, teman yang menjemputku di Corfu,”Jadi kalau pesawat mau landing atau take off, jalanan ditutup dan mobil harus menunggu, seperti jalur kereta api saja!”
Hari pertama itu kami memutuskan untuk menelusuri jalan-jalan di luar kota, melewati lereng-lereng bukit, gunung, hingga menuju pantai Glyfada. Di mana.mana tampak pepohonan buah Zaitun atau olive, yang merupakan hasil produksi pertanian utama di pulau itu . Permukaan tanah di Corfu memang terkenal akan kesuburannya, khususnya sangat bagus untuk tanaman buah Zaitun, Anggur, jeruk Citrus, dan berbagai jenis sayuran. Sesungguhnya, pemandangan umum pulau Corfu sendiri terdiri atas sebagian hutan dan sebagian perkebunan buah Zaitun. Saat ini, jumlah pohon buah Zaitun di pulau Corfu sampai 3,5 juta pohon, dan dari buah Zaitun yg dihasilkan, diproduksi minyak Zaitun yang sangat tinggi kualitasnya dan sangat dibutuhkan untuk masakan di Yunani. Corfu juga dikenal sebagai pusat penanaman sejenis jeruk bernama Koum Kwat. Mirip dengan jeruk lemon, dan sari buahnya bisa dijadikan liquor. Pohon buah Koum Kwat ini konon berasal dari Thailand, dibawa ke Eropa oleh bangsa Eropa, tetapi pada akhirnya hanya bisa tumbuh di Yunani, khususnya di pulau Corfu. Liqour dari buah Koum Kwat sendiri, merupakan minuman khas dari Yunani yang sangat spesial untuk dibeli sebagai souvenir. Memang, bidang pertanian menguasai 70% perekonomian di pulau Corfu, disamping, turisme tentunya. Bagaimanapun, kedua faktor itu sangat bergantung satu sama lain. Produk-produk gourmet dan keindahan alam Corfulah yang menjadi daya tarik turis mancanegara untuk datang ke pulau itu. Selain liquor Koum Kwat dan minyak serta buah Zaitun, produk makanan dari hasil peternakan juga terkenal di Corfu, seperti, berbagai jenis Salami, dan juga jenis seafood dari lobster Palaiokatritsa dan Othoni. Di pantai Glyfada yang kami kunjungi di hari pertama, saya mencicipi juga makanan khas lainnya seperti Moussaka, yang mirip dengan lasagna, juga Souvlaki yang mirip dengan sate tetapi diberi saus minyak Zaitun dan bawang putih, serta Gyros yang mirip dengan Doner Kebab-nya Turki. Semuanya enak, dan semuanya berat alias mengandung fett yang tinggi, jadi hati-hati kalau memakan mananan Yunani!
Secara geografis, pulau Corfu terletak di bagian paling Utara kepulauan pantai Ionina, Yunani. Pulau ini sendiri terletak tepat di mulut pantai Adriatik, sangat dekat dengan negara induk Yunani dan Albania. Pulau Dengan area seluas 592 kilometerpersegi dan penduduk sejumlah 92000 orang, bisa dikatakan pulau ini salah satu yang terbesar di pantai Ionina. Ketika saya mengunjungi pulau itu,iklim di pulau Corfu sangat terasa dipengaruhi oleh iklim umumnya negara-negara Mediterania. Panas di bulan Agustus, hingga hampir 40 derajat Celcius! Meski pada bulan-bulan lain, iklim di Corfu tidak terlalu panas pada musim panas, sekitar 27 Celcius, dan masih cukup hangat di musim dingin dengan temperatur 10 derajat Celcius.
Nama asli pulau Corfu sendiri adalah Kerkyra yang diambil dari nama puteri Nymph Cercyra, anaknya dewa sungai, Asopus,. Dalam sejarahnya, pulau Corfu sendiri adalah pulau yang tidak pernah lepas dari penjajahan berbagai bangsa yang datang karena terpesona dengan kecantikan pulau di Yunani ini. Pada tahun 1207 hingga 1214, Corfu dijajah oleh bangsa Venesia ( kini bagian dari Italia) yang sangat banyak mempengaruhi kebudayaan di pulau Corfu, tertutama dalam segi arsitektur bangunan dan tata kotanya. Meski pernah terlepas dari jajahan Venesia dan direbut oleh bangsa Inggris, Corfu kembali jatuh ke tangan Venesia pada abad ke-13. Pada penguasaan Venesia di Corfu yang kedua kali inilah, Venesia bertahan selama 4 Abad dan membangun Corfu menjadi sebuah pulau yang sangat penting dan maju perekonomiannya. Pulau ini bahkan menjadi pusat pemerintahan Venesia.Bisa dikatakan, penduduk Corfu ketika itu mengidentifikasikan dirinya dengan bangsa Venesia. Berbagai upaya dari bangsa-bangsa lain yang ingin merebut Corfu, telah berhasil digagalkan oleh bangsa Corfu dan Venesia, termasuk mengalahkan serangan Austria dan Turki pada abad ke-17. Keberhasilan menyelamatkan Corfu dari jajahan bangsa lain, dipercaya penduduk setempat, akibat lindungan dari dewa Santa Spyridon yg dirayakan setiap 11 Agustus sampai hari ini. Bagaimana pun, pada abad ke-18, Corfu sempat jatuh ke tangan Turki dan lalu Prancis yg masih dipimpin oleh Napoleon Bonaparte, hingga akhirnya jatuh ke bawah pengawasan Inggris (1816-1864). Pada masa pengawasan Inggris inilah, Corfu diarahkan untuk masuk kembali ke negara Yunani, dan meresmikan bahasa Yunani sebagai bahasa resmi di Corfu.. Baru pada 21 Mai 1864 Corfu dan pulau-pulau di wilayah kepulauan Ionina, masuk secara resmi ke wilayah negara Yunani.
Keesokan harinya saya dan Temea memutuskan untuk menjelajahi bagian-bagian bersejarah di pulau Corfu. Mula-mula kami pergi ke wilayah pegunungan tempat monumen Mon Repos. Monumen ini memiliki wilayah seluas 24 hektar, dan ditengah-tengahnya berdiri kuil Kardaki. Ini merupakan kuil terbesar di Corfu, memiliki enam tiang monolitik dia dua sisi dan sebelas tiang di bagian lainnya. Tidak jauh dari Mon Repos, ada monumen the Sanctuary of Hera yg ditemukan pada abad ke-7, dan merupakan kuil terpenting menurut legenda setempat. Selain itu, ada lagi peninggalan arkeologis, yaitu kuil Artemis, yg ditemukan oleh tentara Prancis pada tahun 1812. Hampir sama dengan kuil lainnya, kuil Artemis ini pun memiliki tiang-tiang batu dan memiliki bagian bangunan yang bernama pronaos, cella dan opisthodomos. Setelah mengunjungi monumen-monumen, keesokan harinya, kami memutuskan untuk mengunjungi monumen paling cantik dan paling modern di pulau itu, yaitu, Istana Achilleio yang terletak di desa Gastouri.
Untuk menuju Gastouri, kami harus mengendarai bus yang berangkat dari terminal di pusat kota Corfu. Busnya besar dan ber-AC, menurut saya, terlalu besar untuk jalan-jalan di pegunungan yang kecil dan berliku-liku dan memiliki banyak tikungan tajam. Benar saja, berkali-kali bus harus berhenti jika ada mobil datang dari arah lain, mundur sedikit, minggir sedikit, lalu maju lagi. Perjalanan dengan bus ini jadi petualangan tersendiri. Ketika kami melewati jalanan sempit yg dikiri-kanannya berdiri bangungan-bangunan tua tepat di tepian jalan, bus besar ini pun harus bergerak super hati-hati, agar kaca spionnya tidak membentur dinding bangunan! Penumpang yang tidak tahan ada yang menjerit saat bus hampir menyerempet bangunan, banyak juga yang menutup mata dengan perasaan ngeri. Untungnya, supir sudah sangat berpengalaman, kami pun tiba dengan selamat di Gastouri, tanpa merusak satu bangunan pun!
Istana Achilleio adalah istana peristirahatan ratu Austria, Ratu Elizabeth of Austria yang terkenal dengan nama puteri Syssi. Puteri yang hidup pada tahun 1837 hingga 1898 ini, konon, sangat terkenal bagaikan puteri Diana dari Inggris pada abad ke-20. Kehidupan putri Sissy sudah banyak diangkat menjadi film dan novel, apalagi kematian puteri Sissy yang tragis, dibunuh di Jenewa, Swiss, membuat kisah hidupnya bagaikan legenda yang tidak akan pernah mati. Istana Achilleo sendiri dibangun pada tahun 1889-1891 dan menjadi tempat peristirahatan favorit puteri Sissy. Nama Achilleio, diambil dari nama pahlawan prajurit Yunani yang dipujanya. Halaman Istana yang luas dihiasi oleh patung-patung, diantaranya patung petari Sissy sendiri, patung para filosof Yunani yang dikagumi puetari Sissy dan tentunya patung Achilleio. Lokasi istana yang tinggi, memungkinkan kita melihat kota Corfu dan pantainya di bawah sana, memberikan pemandangan yang indah. Di bagian dalam, kita dapat melihat ruangan-ruangan besar yang dekoratif, seperti ruang penerimaan tamu, ruang jamuan makan, ruang kamar tidur, perpustakaan dan sebagainya. Di depan istana, ada patung Achilleio yang memiliki jari-jari kaki emas berkilauan. Patung dari Bronze itu sendiri berwarna hijau kehitaman, akibat tempaan matahari dan siraman hujan setiap hari. Berkat usapan dan elusan ribuan pengunjung yang datang ke Istana itu, di bagian jari-jari kakinya, lambat-laun permukaan Bronze yang hijau keabuan pun menipis, lalu keluarlah warna aslinya, warna emas kuning berkilau! Semenjak itu, setiap pengunjung yang datang menjadikan kegiatan mengusap dan mengelus jari-jari kaki Achilleio sebagai tradisi, saya dan Temea pun tidak ketinggalan mengusap jari kaki keemasan itu!
Langganan:
Postingan (Atom)


